You need to enable javaScript to run this app.

Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital, Delegasi MI Qudsiyyah Tuntaskan Seluruh Rangkaian Program KOMPAK Djarum Foundation

Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital, Delegasi MI Qudsiyyah Tuntaskan Seluruh Rangkaian Program KOMPAK Djarum Foundation

Kudus – Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, MI Qudsiyyah Kudus mengirimkan tujuh delegasi guru untuk mengikuti Program KOMPAK (Komputasional, Pecahkan Masalah dengan Kritis) yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Program KOMPAK merupakan pelatihan dan pendampingan yang dirancang untuk membantu guru SD/MI mengintegrasikan computational thinking atau berpikir komputasional ke dalam pembelajaran secara holistik. Tidak hanya berfokus pada teknologi, program ini mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang melatih peserta didik dalam mengenali pola, memecahkan masalah, berpikir sistematis, serta mengambil keputusan secara logis.

Rangkaian pelatihan berlangsung secara bertahap mulai 26 Januari hingga 27 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan dalam tujuh fase utama dan dilengkapi dengan pelatihan Physical Literacy. Sejumlah kegiatan berlangsung di Ruang Albizia, Main Office Lantai 2 OASIS Kretek Factory, serta GSG Wisma Ploso Karyawan Djarum, Kabupaten Kudus.

Tujuh Guru Menjadi Delegasi MI Qudsiyyah

Dalam program tersebut, MI Qudsiyyah mengirimkan tujuh guru yang mewakili berbagai jenjang kelas, yaitu:

  1. Ust. Amin Ikwani, S.Pd. – Kepala Madrasah
  2. Ust. Achmad Yusuf, S.Pd. – Guru Kelas V
  3. Ust. Muhammad Sirrul Wafa, S.Pd. – Guru Kelas III
  4. Ust. Moh Zaenal Abidin, M.Pd. – Guru Kelas II
  5. Ust. Moh. Rosyidul Mohtaz, M.Pd. – Guru Kelas VI
  6. Ust. Mohammad Agustian Andi Nugroho, M.Pd. – Guru Kelas IV
  7. Ust. Moh Anif Riyanto, S.Pd. – Guru Kelas I

Keikutsertaan guru dari kelas I hingga kelas VI menjadi langkah strategis agar pemahaman mengenai berpikir komputasional tidak berhenti pada satu jenjang, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik di setiap tingkat kelas.

Dari Berpikir Komputasional hingga Kecerdasan Artifisial

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dan merancang penerapannya dalam pembelajaran.

Pada Fase 1, peserta diperkenalkan dengan visi dan tujuan Program KOMPAK, konsep dasar berpikir komputasional, serta empat keterampilan utama atau cornerstone yang menjadi fondasi dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.

Pemahaman tersebut kemudian diperdalam pada Fase 2 melalui empat keterampilan inti berpikir komputasional, yaitu pengenalan pola (pattern recognition), dekomposisi (decomposition), abstraksi (abstraction), dan algoritma (algorithm). Guru juga mempraktikkan berbagai aktivitas unplugged, sehingga konsep berpikir komputasional dapat dikenalkan kepada peserta didik tanpa harus selalu bergantung pada perangkat digital.

Memasuki Fase 3, peserta mulai mengeksplorasi block coding dengan memanfaatkan platform seperti Blockly dan Scratch. Melalui pendekatan ini, guru belajar merancang aktivitas pemrograman yang lebih interaktif sekaligus mendorong peserta didik mengembangkan logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Tidak berhenti pada pemrograman, Fase 4 membawa peserta pada dunia robotika. Guru mendapatkan pengalaman merakit robot sederhana, memahami dasar-dasar pemrograman, serta mengeksplorasi kemungkinan penerapan robotika dalam kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler.

Selanjutnya, Fase 5 memperkenalkan pemanfaatan soal Bebras sebagai salah satu sarana untuk melatih dan mengukur kemampuan berpikir komputasional. Melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik diajak menemukan strategi penyelesaian masalah berdasarkan logika, pola, dan penalaran.

Sementara itu, Fase 6 memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Para guru mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar AI, potensi pemanfaatannya dalam pembelajaran, etika penggunaan, hingga pentingnya memahami potensi bias dalam teknologi kecerdasan artifisial.

Rangkaian program juga diperkuat dengan pelatihan Physical Literacy. Dalam sesi ini, guru diajak mengembangkan aktivitas gerak yang dipadukan dengan prinsip berpikir komputasional. Peserta berlatih merancang aktivitas, melakukan dekomposisi dan abstraksi, menyusun algoritma, hingga menentukan tindak lanjut yang memungkinkan aktivitas tersebut diterapkan di lingkungan madrasah.

Dari Pelatihan Menuju Transformasi Pembelajaran

Tuntasnya seluruh rangkaian Program KOMPAK bukan menjadi akhir, melainkan awal dari proses implementasi di MI Qudsiyyah. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para guru diharapkan dapat ditransformasikan menjadi praktik pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui penerapan berpikir komputasional, teknologi digital, pemrograman, robotika, AI, hingga aktivitas fisik berbasis pemecahan masalah, peserta didik diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami masalah, menyusun strategi, menguji solusi, dan berpikir secara sistematis.

Keikutsertaan tujuh guru MI Qudsiyyah dalam Program KOMPAK sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik. Lebih dari sekadar mengikuti pelatihan, program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.

Dengan bekal yang telah diperoleh selama program, para delegasi diharapkan dapat menjadi penggerak inovasi pembelajaran di MI Qudsiyyah, berbagi praktik baik kepada rekan sejawat, serta mendorong hadirnya pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi peserta didik.

Dari guru yang terus belajar, lahir pembelajaran yang terus berkembang. Dari pembelajaran yang inovatif, lahir generasi yang siap menghadapi masa depan.

 

 

Penulis: Ust. Moh Anif Riyanto, S.Pd.

Editor: AdjP678

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Amin Ikwani, S.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى...

Berlangganan
Banner